Cerpen "Sang Waktu" karya Fahri Somar


Sang Waktu



Pada suatu hari saya duduk di tepi pantai yang indah, ditemani dengan secangkir kopi, saya menikmati indahnya pantai itu. Sekejap saya rasakan dingin menyelimuti tubuh saya, dengan cepat saya menoleh ke belakang mencari tahu siapa yang berada di belakang saya. Ternyata ada sesosok bayangan yang berdiri tegak di belakang saya.


Siapa kamu?”, tanya saya kepada orang itu.

“Nama saya Waktu”, jawabnya sambil mengeluarkan nada yang  agak tidak jelas.

Mau apa kamu menghampiri saya?”, saya bertanya lagi.

“Tidak, saya tidak datang menghampiri kamu, kamulah yang berjalan melewati saya”, jelas sang Waktu.


Saya terdiam sejenak merenungi perkataannya. Namun, ketika saya tersadar sang Waktu sudah menghilang dari pandangan saya.

Ah,sudahlah. Mungkin sang waktu memang selalu pergi secepat kedatangannya di dalam hidup saya. Ini bukan kali pertama sang Waktu datang mengganggu dalam wujudnya yang selalu berubah di tiap kedatangannya. Mungkin memang saya yang berjalan melewatinya tanpa dia bermaksud untuk datang menghampiri saya”, kata saya dalam hati.

Lalu dia menghilang ketika saya sudah mulai menjauh dalam jenuh.

Kadang ketika dia muncul, ingin rasanya saya hentikan sang Waktu untuk berbicara dengannya walau hanya sekejap untuk mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan saya. Mengapa kamu memberi saya usia? Mengapa semua harus beranjak tua bahkan tiada? Mengapa kamu dapat berjalan cepat namun juga terkadang berjalan perlahan? Dan mengapa kamu abadi sementara saya tidak? Ini sungguh tidak adil! Pada saatnya nanti , cepat atau lambat saya akan meninggal, sementara kamu abadi untuk selamanya.


Karya: Fahri Somar